Atresia esofagus adalah cacat lahir dari esofagus (kerongkongan) yang menghubungkan mulut ke lambung. Pada bayi dengan atresia esofagus, esofagus memiliki dua bagian terpisah – esofagus bagian atas dan bawah – yang tidak terhubung. Bayi dengan cacat lahir ini tidak bisa menyalurkan makanan dari mulut ke lambung, dan terkadang mengalami kesulitan bernafas.
Atresia esofagus sering terjadi bersamaan dengan fistula trakeoesofagus, sebuah cacat lahir dimana ada bagian esofagus yang terhubung dengan trakea.
Jenis Atresia Esofagus
Ada empat jenis atresia esofagus:
- Atresia esofagus tipe A adalah ketika bagian atas dan bawah esofagus tidak terhubung dan memiliki ujung yang tertutup. Pada tipe ini, tidak ada bagian esofagus yang menempel pada trakea.
- Atresia esofagus tipe B sangat jarang terjadi. Pada tipe ini bagian atas esofagus menempel pada trakea, namun bagian bawah esofagus memiliki ujung yang tertutup.
- Atresia esofagus tipe C adalah tipe yang paling umum. Pada tipe ini bagian atas esofagus memiliki ujung yang tertutup dan bagian bawah esofagus menempel pada trakea.
- Atresia esofagus tipe D adalah yang paling langka dan paling parah. Pada tipe ini bagian atas dan bawah esofagus tidak terhubung satu sama lain, namun masing-masing terhubung secara terpisah ke trakea.
4 Tipe dari Atresia Esofagus
- Penyebab Atresia Esofagus
Penyebab atresia esofagus pada kebanyakan bayi tidak diketahui. Para ahli percaya bahwa atresia esofagus dapat disebabkan oleh kelainan pada gen bayi. Hampir setengah dari semua bayi yang lahir dengan atresia esofagus memiliki satu atau lebih cacat lahir tambahan, seperti pada sistem pencernaan (usus dan anus), jantung, ginjal, atau tulang rusuk atau tulang belakang.
Ada beberapa faktor penting lain yang diyakini mempunyai peran dalam kejadian atresia esofagus :
- Usia ayah. Semakin tua usia ayah, semakin meningkat kemungkinan melahirkan bayi dengan atresia esofagus.
- Teknologi reproduksi yang dibantu (assisted reproductive technology : ART). Ibu yang menjalani program ART untuk hamil memiliki peningkatan risiko memiliki bayi dengan atresia esofagus dibandingkan dengan wanita yang tidak menjalani program ART.
Diagnosis Atresia Esofagus
Atresia esofagus jarang dapat didiagnosis selama kehamilan. Atresia esofagus paling sering dideteksi setelah kelahiran saat bayi pertama kali dicoba diberi makan dan tersedak atau muntah, atau saat tabung NGT yang dimasukan ke dalam hidung atau mulut bayi tidak dapat masuk ke dalam lambung. Foto polos dapat memastikan bahwa tabung NGT berhenti di esofagus bagian atas.
Penatalaksanaan Atresia Esofagus
Begitu diagnosis telah ditegakan, operasi diperlukan untuk menyambung kedua ujung esofagus sehingga bayi bisa bernafas dan diberi makan dengan benar. Operasi multipel disertai prosedur lain dan pemberian medikamentosa mungkin diperlukan, terutama jika esofagus yang diperbaiki menjadi sempit, sehingga makanan sulit untuk melewatinya; Hal ini terjadi jika otot esofagus tidak bekerja baik dalam menyalurkan makanan ke dalam lambung, atau jika makanan yang dicerna di lambung secara konsisten bergerak kembali ke esofagus.
Sumber : https://dokudok.com/daftar-penyakit/atresia-esofagus/














